Minggu, 13 November 2011

jurnalistik


J u r n a l i s t i k
By. M. Hilmi

Sebenarnya, manusia diciptakan Tuhan bukan hanya untuk sekedar menjadi pengisi dan penghias bumi semata, meliankan diberi tugas untuk menjadi khalifah (penguasa) di muka bumi  Qs. 2:30, dengan cara hidup bermasyarakat Qs. 3:112, Qs. 49:13 di mana satu dengan lainnya saling memberi kabar atau nasihat Qs. 88:17-21, Qs. 9:71 saling menolong Qs. 5:2 dan saling mengenal Qs. 49:13. Oleh karena itu dalam peradaban manusia praktik pekabaran selalu tampak dilakukan. Apalagi sejak lahir manusia dibekali dua sifat hakiki yang menunjukkan identitasnya selaku makhluk sosial. Pertama, selalu ingin tahu keadaan alam sekitarnya, dan kedua, selalu ingin memberitahukan keadaan dirinya, terutama pengalamannya yang baru dan sangat berkesan pada dirinya. Sangat boleh jadi kedua sifat tersebut mendasari hasrat manusia untuk menyatu dengan manusia lain yang berada di sekelilingnya, dan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah berinteraksi dengan saling menyampaikan informasi baru. Jurnalistik merupakan salah satu seni dalam upaya tersebut (Soekanto, 1969 :94).